Zeilla Mutia Devi

KRIM DOKTER BIKIN KETERGANTUNGAN?

/

Banyak rumor beredar kalau menggunakan krim wajah dari dokter bisa membuat ketergantungan ketimbang menggunakan skincare OTC (over the counter). Kamu setuju gak sih?

Aku sering mendengar bahwa ketika berhenti menggunakan krim dokter maka kondisi kulit wajah justru semakin buruk dari sebelumnya saat masih di bawah pengawasan dokter. Misalnya, timbul jerawat yang berlebihan atau komedo, dan masalah kulit lain.

Walaupun aku bukan seseorang yang ahli dibidangnya, tapi aku mau berbagi informasi terkait pertanyaan di atas karena kebetulan aku pengguna keduanya, yakni perawatan dokter dan skincare non dokter. Jadi, aku akan bahas sesuai dengan pengalaman ku ya.

Baca juga: Cara Berhenti Dari Krim Dokter

Sebenarnya ada beberapa faktor yang pada akhirnya mendorong orang membentuk opini bahwa perawatan dokter membuat ketergantungan. Disimak ya ūüôā

(1) Pergi Ke Klinik Yang Kurang Tepat
Informasi ini sebenernya basic banget buat kamu yang mau mempercayakan perawatan kulit ke dokter. Pilihlah klinik yang berisi dokter kecantikan Spkk, bukan dokter biasa karena Dokter Spkk adalah orang yang tepat untuk seluruh permasalahan kulit. Obat racikannya pun lebih terpercaya ketimbang dokter biasa yang bisa dibilang bukan ahlinya. Jadi, lebih hati-hati ya untuk pilih dokter dan say good bye lah sama krim-krim dokter yang gak jelas produksinya. Pergi ke klinik yang tepat bukan ke klinik hasil racikan abal-abal apalagi racikan Instagram hehe.

(2) Pergi Ke Klinik Karena Ingin Kulit Putih
Banyak perempuan pergi ke klinik karena menginginkan kulit putih bersinar secara instan. Dari sini saja sudah salah, bagaimana mau terlihat putih kalau dasarnya kulit orang Indonesia adalah sawo matang. Aku juga dulu punya persepsi kaya gini sih. Yang perlu dikoreksi adalah bagaimana caranya memiliki kulit yang sehat, dalam arti bebas dari masalah jerawat, komedo, hiperpegmentasi atau bakan flek hitam yang akhirnya membuat kulit wajah menjadi kusam. Bukan malah mengubah tone warna kulit asli kamu, karena menurut ku kalau kulit sudah sehat pasti tone warna kulit akan mengikuti, Dari sinilah kita akrab dengan istilah glowing.

(3) Terlalu Hemat
Biasanya dokter akan menjadwalkan kapan waktu konsultasi berikutnya. Nah, aspek ini yang paling dianggap lalai. Kalau dokter sudah menjadwalkan konsultasi berikutnya adalah dalam jangka waktu satu bulan, itu tandanya kamu harus segera kembali ke klinik. Kebanyakan orang akan menghemat penggunaan obat hingga habis baru kemudian datang ke klinik. Ini jelas tindakan yang kurang tepat karena dokter sudah memastikan kinerja obat sesuai dengan waktunya. Walaupun ketika konsultasi nanti akan ada beberapa obat yang sama dan harus digunakan kembali tapi tetap saja itu semua harus di bawah pengawasan dokter. Karena pada dasarnya, dalam tahap ini dokter akan melihat reaksi kulit kamu terhadap obat yang diberikan. Jika obat digunakan lebih lama dari jadwal yang sudah dianjurkan, bisa jadi obat tersebut memicu masalah baru.

(4) Berhenti Total Secara Langsung
Ada banyak faktor yang akhirnya membuat seseorang memutuskan untuk berhenti menggunakan krim dokter. (1) Merasa kulitnya sudah jauh membaik, (2) Merasa pergi ke dokter terlalu menguras kocek, (3) Ingin beralih menggunakan skincare non dokter. Tanpa disadari, tindakan inilah yang paling berpengaruh dari keinginan untuk berhenti menggunakan krim dokter. Jika ingin berhenti, lebih baik dikonsultasikan dulu ke dokter yang bersangkutan sehingga dokter akan menurunkan level obat untuk kulit kamu. Gunanya agar kulit tidak kaget dan bisa beradaptasi dengan jenis skincare baru. Jika kamu berhenti secara langsung dengan mengganti seluruh krim dokter dengan skincare baru maka risikonya bisa jadi jerawatan dan tidak menutup kemungkinan kondisinya akan jauh lebih parah dari sebelumnya. Dari sinilah muncul anggapan bahwa krim dokter membuat ketergantungan.

Baca juga: Apakah Skincare Harus Mahal?

Jadi, bisa aku simpulkan bahwa penggunaan krim dokter sebenarnya tidak membuat ketergantungan. Yang membuat ketergantungan adalah sikap kita dalam menggunakan krim tersebut. Terbiasa tidak disiplin dan mengambil keputusan tanpa pengawasan dokter yang membuat masalah kulit tidak kunjung selesai atau justru semakin parah ketika sudah berhenti.

Disclaimer: I am not a beauty expert nor someone who have a perfect skin. I just want to share and everything expressed here are truly honest and based on my experience with a product. What works on me, may not work for you.

Image: www.altivabeautyclinic.com