Zeilla Mutia Devi

BATTLE OF ALOE VERA GEL, THE SAEM VS ALWAYS 21

/

Waktu itu aku penasaran banget sama Aloe Vera Gel yang sering dibilang bagus dan multifungsi. Eh aku baru sadar kalau pernah dapat Aloe Vera Gel dari Hermo Box di sini. Padahal awalnya gak tertarik karena ngeliat kemasannya yang besar banget dan gak tau mau dipakai untuk apa. Ternyata sekarang aku malah ketagihan pakai Aloe Vera Gel.

Jadi, kali ini aku akan bandingkan kedua merek Aloe Vera Gel yang aku pakai. Pertama dari Always 21 dan kedua dari The SAEM. Ya, memang bukan dari merek Nature Republic (NR) karena sejak sistem Bea Cukai jadi lebih ketat, Aloe Vera Gel merek NR itu jadi susah di dapat, sekalinya ada harus ikut PO (Pre Order) dan harganya melambung tinggi sampai gak masuk akal. Kalau beli di Instagram pun banyak yang palsu. Jadi, sampai detik ini aku belum pernah coba Aloe Vera Gel merek NR ya.

Sebenarnya aku juga kesulitan untuk repurchase Aloe Vera Gel merek Always 21 karena situs belanja online Hermo sudah gak beroperasi di Indonesia sedangkan isi dari Always 21 ku ini sudah mulai habis. Ketemulah aku dengan merek The SAEM waktu lagi jalan-jalan di Aeon Mall. Yaudah aku langsung beli aja untuk stok di rumah sebagai pengganti Always 21 ini. Jadi, keputusan ku membeli merek The SAEM karena memang gak menemukan merek Always 21 lagi.

Baca jugaSkincare for Beginners

Kemasan

Kalau dilihat dari kemasannya, kedua Aloe Vera Gel ini berbeda. Kemasan The SAEM bewarna hijau tua sementara Always 21 bewarna hijau muda. Sekilas, kemasan Always 21 ini justru lebih mirip dengan merek NR ya. Terlihat juga dari cover luar kedua Aloe Vera Gel ini mengandung lidah buaya sebesar 99% yang artinya lebih tinggi ketimbang milik NR yang hanya 92% saja.

Walaupun sama-sama berasal dari Korea, Aloe Vera Gel milik The SAEM bertuliskan berasal dari Jeju, suatu pulau di Korea Selatan. Sementara untuk ukurannya sih sama-sama besar ya, untuk satu jar ini berisi 300 ml.

 

Tekstur

Bicara soal tekstur, bisa ku bilang keduanya memiliki tekstur yang sama yaitu gel. Tidak ada yang lebih tebal atau lebih tipis. Hanya saja ketika diaplikasikan di wajah terasa berbeda. Aloe Vera Gel milik Always 21 agak lama keringnya dan meninggalkan efek lengket. Bahkan terkesan greasy jika terlalu banyak digunakan pada kulit berminyak, kebetulan saat aku menggunakan Always 21 sekitar tiga bulan lalu kulit wajah ku sedang berminyak.

Sementara untuk merek The SAEM lebih cepat kering di wajah dan tidak lengket. Terasa seperti tidak menggunakan apa-apa yang artinya ringan di kulit. Wajah ku tidak terlihat berminyak tapi juga tidak berasa ketarik walaupun cepat kering.

Baca jugaBiore Sunscreen UV Aqua Rich Review

Aroma

Karena berasal dari tumbuhan asli lidah buaya pasti banyak yang penasaran seperti apa aromanya. Untuk milik Always 21 aroma lidah buayanya terasa agak menyengat. Bahkan bisa ku bilang seperti ditambah parfum karena tidak senatural aroma Aloe Vera Gel milik The SAEM.

Milik The SAEM aromanya lebih wajar sih dan tidak semenggangu milik Always 21. Intinya, masih bisa diterima lah.

Hasil

Untuk hasilnya, bisa ku bilang benar-benar berbeda sih. Tapi, sebenarnya agak susah juga untuk objektif karena kondisi kulit ku ketika mencoba kedua skincare ini tidak sama. Dulu, sewaktu menggunakan Aloe Vera Gel milik Always 21 wajah ku sedang berminyak dan sekarang ketika sedang menggunakan milik The SAEM, wajah ku sedang kering. Susahnya memiliki jenis kult kombinasi ya seperti ini.

Tapi, berdasarkan pengalaman ku menggunakan kedua Aloe Vera Gel ini, milik Always 21 memang terasa lebih melembabkan. Biasanya aku gunakan sebagai mositurizer di siang hari dan sleeping mask di malam hari. Selain melembabkan, Aloe Vera Gel ini juga sedikit menyamarkan noda bekas jerawat kemerahan yang ada di wajahku dan sedikit meratakan warna kulit. Tapi, kalau digunakan pada siang hari bisa membuat kulit terasa lebih berminyak dan sedihnya adalah ketika rutin digunakan selama hampir 3 bulan Aloe Vera Gel ini justru membuat kulit ku bruntusan dan memicu komedo. Penyebabnya bisa jadi karena overmoisturized sih.

Baca juga: Pelembab Hatomugi Skin Conditioner Review

Sementara Aloe Vera Gel milik The SAEM terasa kurang melembabkan di kulit wajah ku yang sedang kering sekarang. Tapi, bagusnya adalah tidak membuat wajah berminyak dan terasa greasy jika digunakan sebagai moisturizer di siang hari. Aku belum bisa melihat apakah Aloe Vera Gel ini juga mampu menyamarkan noda jerawat dan meratakan warna kulit seperti milik Always 21, tapi sejauh ini bisa mengeringkan jerawat yang meradang dalam waktu 3-4 hari sih. Setidaknya, The SAEM tidak menimbulkan masalah baru di kulit ku, itu aja aku udah seneng. Selain itu, untuk efek dinginnya merek The SAEM ini terasa lebih dingin ketimbang Always 21 sehingga rasanya lebih menenangkan.

Selain digunakan pada wajah, kedua Aloe Vera Gel ini juga bisa digunakan pada area lainnya loh seperti bagian tubuh yang kering, ujung kuku, hingga rambut. Multifungsi kan?

Berapa Harganya dan Beli Dimana?

Untuk harganya, aku gak bisa bilang yang mana lebih mahal dan lebih murah karena aku gak tau harga dari Aloe Vera Gel milik Always 21. Aku gak bisa cek di websitenya karena memang sudah tidak beroperasi di Hermo Indonesia.

Sedangkan The SAEM dihargai Rp109.000 terbilang cukup murah sih untuk ukurannya dan kegunaannya yang multifungsi. Bisa ditemukan dengan mudah juga tanpa takut ini palsu karena di jual di Sogo dan Aeon Mall.

Baca juga: Kulit Cerah dalam 15 Menit dengan White Tanning. Mau?

Pilih mana, The SAEM atau Always 21?

Nah, agak bingung sih. Untuk kelembabannya aku suka milik Always 21 tapi after effect-nya aku suka The SAEM karena tidak membuat kulit menjadi overmoisturized yang imbasnya malah memicu komedo dan jerawat.

Kalau Aloe Vera Gel favorit kamu apa?

Disclaimer: This review is not sponsored. Everything expressed here are truly honest and based on my experience with a product. What works on me, may not work for you.