Zeilla Mutia Devi

WAJAH GLOWING DALAM 30 MENIT DENGAN ZAP PHOTO FACIAL

/

Beberapa hari lalu aku berkesempatan untuk melakukan treatment Photo Facial di ZAP AEON Mall Jakarta Garden City. Ini adalah kali pertama aku mencoba salah satu treatment ZAP yang populer itu. Semula aku mau melakukan treatment ini di ZAP Premiere Menteng karena tempat di sana jauh lebih luas tapi berhubung belakangan ini Jakarta lagi super macet karena banyak proyek pembangunan jalan, akhirnya aku cobain ZAP dekat rumah aja.

Walaupun termasuk cabang baru, ZAP AEON Mall Jakarta Garden City ini tetap nyaman kok. Tempatnya memang gak seluas yang di Menteng tapi fasilitasnya tetap lengkap dan bersih banget. Sebelum treatment, aku ditawari minum yang bisa aku ambil sendiri di lemari es secara gratis. Aku juga sempat swatches beberapa koleksi lipstick dari ZAP Beauty, warnanya cantik-cantik.

Baca juga: Review Natur-E Face Mist

Sembari menunggu panggilan treatment, aku diminta untuk mengisi data diri terlebih dahulu. Hal ini akan mempermudah proses online booking pada treatment selanjutnya. Karena ternyata online booking tidak bisa dilakukan kalau memang kita belum pernah mendaftar secara langsung di klinik ZAP.

Baca juga: Review Hada Labo Starter Pack Shirojyun

Setelah mengisi data diri, aku dipersilahkan bertemu Dokter Sandra untuk berkonsultasi. Terlebih dahulu Dokter Sandra memeriksa keadaan kulit ku dan mendengarkan keluh kesah masalah kulit yang aku hadapi yaitu bekas jerawat merah. Sudah berbulan-bulan noda merah yang biasa dikenal PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation) akibat jerawat ini gak hilang-hilang. Gemes sendiri kadang, tapi memang sudah agak memudar sih. Menurut Dokter Sandra, kulit ku termasuk sensitif sehingga treatment dan skincare yang digunakan harus gentle dan lebih hati-hati. Ini juga salah satu penyebab mengapa PIH di wajah ku sulit hilang.

Dokter Sandra juga menjelaskan secara detail mengenai manfaat Photo Facial serta tahapannya. Jadi, ZAP Photo Facial berbeda dari facial treatment pada umumnya. Selain memang menggunakan alat-alat canggih dan modern, tahapan Photo Facial diklaim mampu merangsang regenerasi kolagen sehingga dapat memperbaiki berbagai masalah kulit mulai dari lapisan dalam hingga lapisan kulit terluar. Hasilnya warna kulit akan menjadi lebih merata, tekstur kulit menjadi lebih kenyal. Selain itu, dapat mengurangi beberapa masalah yang sering dihadapi kulit seperti jerawat, bekas jerawat, pigmentasi, flek, kerutan halus dan pori-pori yang terlihat besar.

Baca juga: White Tanning Treatment at Blanc 633

Ruang treatment-nya memang terlihat agak mungil tapi benar-benar tertata rapi dan bersih. Sekilas, alat-alat yang digunakan juga steril. Satu yang jadi perhatian ku adalah handuk dan selimutnya bersih tapi gak bau parfum yang mencolok. Jadi, treatment-nya tetap terasa nyaman dan rileks tanpa ada bau yang menganggu.

Sebelum masuk ke tahap pertama, wajah ku dibersihkan oleh Mba Tari, Beauty Assitant (BA) yang membantu Dokter Sandra. Proses pembersihannya lumayan cepat karena aku tidak menggunakan make up pada saat itu. Setelah itu, kedua mata ku ditutup menggunakan tisu dan kacamata demi terhindar dari paparan sinar pada proses Face Rejuvenation.

Photo Facial itu sendiri terdiri dari tiga tahapan. Pertama adalah Face Toning, kedua adalah Face Rejuvenation dan ketiga adalah Oxy Infusion.

FACE TONING
Proses Face Toning ini menggunakan teknologi laser dengan target Melanin (sel pembentuk flek di kulit), Hemoglobin (sel darah merah) dan air yang terdapat di lapisan dermis (bagian dalam). Face Toning dinilai efektif meratakan warna kulit, mencerahkan, mengurangi flek hitam, mengecilkan pori-pori, menyamarkan kerutan halus, menyamarkan bekas jerawat, dan mengurangi minyak berlebih yang bisa jadi penyebab jerawat.

Buat ku yang baru pertama kali mencoba Photo Facial, tahap Face Toning ini lumayan bikin kaget sih. Seluruh area wajah ku dilaser dan rasanya cekit-cekit seperti digigit semut. Dokter Sandra bilang aku hanya belum terbiasa, kemungkinan jika sudah rutin menjalani Photo Facial, tahap Face Toning akan terasa nyaman.

Saat proses pengerjaan tercium bau hangus seperti kulit terbakar haha, tapi gak serem kok. Sesuai penjelasan Dokter Sandra, bau hangus ini dianggap sebagai tanda kulit mati yang menumpuk dan bulu-bulu halus yang ada dipermukaan wajah. Jika sudah melalui dua hingga tiga kali treatment, bau hangus ini akan berkurang.

Selesai tahap Face Toning, kulit ku diolesi gel pendingin (Formulated Gel). Rasanya rileks dan segar banget. Gel pendingin ini berperan sebagai “bantalan” kulit saat di sinar pada proses Face Rejuvenation.

FACE REJUVENATION
Face Rejuvenation fokus di lapisan kulit epidermis (kulit luar) dan dermis (bagian atas). Fungsinya mengurangi flek hitam, menyembuhkan dan mengurangi peradangan jerawat serta merangsang regenerasi kolagen yang mampu membuat tampilan kulit wajah terlihat lebih muda, halus, dan cerah.

Baca juga: Battle of Aloe Vera Gel, The Saem VS Always 21

Pada proses ini, wajah ku disinar menggunakan alat modern berbasis cahaya. Saat alat ditempelkan pada permukaan wajah, kulit langsung terasa hangat. Sinarnya terang banget seperti kena blitz dari camera, persis seperti lagi di foto. Mungkin ini alasan kenapa namanya Photo Facial. Saat pengerjaan, Dokter dan BA juga diharuskan menggunakan kacamata supaya tidak terkena bahaya radiasi dari sinarnya.

OXY INFUSION
Masuk ke tahap ketiga yaitu Oxy Infusion yang berfungsi memberikan oksigen pada kulit wajah. Dalam tahap ini, oksigen disemprotkan langsung ke kulit wajahku menggunakan alat dengan tekanan angin yang lumayan tinggi. Oksigen ini akan diserap oleh pori-pori sehingga dapat menghasilkan kulit yang segar dan lembab. Tahapan ini juga bersifat soft peel yaitu membersihkan kulit wajah dari polusi yang menyebabkan kulit kusam.

Sebelumnya, leher ku sudah ditutupi handuk demi mencegah oksigen turun ke area bawah dan membasahi pakaian. Proses ini terbilang cukup lama ketimbang dua tahap sebelumnya. Oksigen terus disemprotkan ke seluruh area wajahku berkali-kali. Khusus untuk tahap Oxy Infusion dikerjakan oleh Mba Tari. Dokter Sandra hanya mengerjakan dua tahap sebelumnya yaitu Face Toning dan Face Rejuvenation.

Setelah ketiga tahapan tersebut selesai, wajah ku diolesi krim ZAP yang berguna sebagai anti iritasi. Sesaat setelah treatment selesai, muncul ruam merah di sekitar atas alis ku mungkin karena kulit ku terlalu sensitif. Tapi, berkat krim ZAP anti irtasi, ruamnya gak bertahan lama kira-kira hanya 3 jam.

Hasil yang bisa langsung aku rasakan dari seluruh proses Photo Facial ini adalah kulit terasa lebih lembab, kenyal dan seketika jadi glowing. Sementara untuk noda merah bekas jerawat belum bisa memudar dengan instan karena untuk hasil yang maksimal dibutuhkan 20 kali treatment. Tapi, jumlah ini tidak bisa dijadikan patokan karena semuanya tergantung reaksi kulit masing-masing pasien. Bisa jadi lebih cepat atau lebih lama.

Durasi treatment ZAP Photo Facial sendiri cukup singkat hanya 30 menit saja. Tapi, sepertinya untuk proses pengerjaannya sendiri kira-kira hanya 15 menit. Cocok buat kamu yang mau langsung terlihat segar dan cantik dalam waktu singkat. Tapi, aku pribadi merasa kurang lama, maunya sih sampai ketiduran kalau bisa malah sampai pules ngelunjak haha.

Sementara untuk biaya Photo Facial dibanderol Rp750,000. Tapi, bagi kamu yang mau lebih hemat bisa ambil treatment satu-an kok, tidak harus ketiga tahap di atas. Bisa pilih antara Face Toning, Face Rejuvenation dan Oxy Infusion. Saat berkonsultasi, dokter akan menyarankan treatment apa yang baik untuk masalah kulit mu. Dikenakan harga Rp250.000 untuk treatment satu-an nya.

Pengerjaan Photo Facial yang aman dan minim efek samping ini layak dicoba, apalagi buat kamu yang mau memperbaiki masalah kulit dalam waktu singkat. Demi menghindari reaksi kulit yang tidak diinginkan, ada beberapa poin yang harus diperhatikan sebelum dan setelah menjalani treatment ZAP Photo Facial, seperti di bawah ini:

Setau ku ZAP sedang mengadakan promo Mom & Daughter loh sepanjang Desember 2017 ini. Dengan biaya hanya Rp750.000 kamu sekaligus Ibu mu bisa merasakan treatment ZAP Photo Facial. Cek Instagram @zapcoid atau @clozetteid untuk tau detailnya ya.

Terima kasih juga untuk ZAP dan Clozette ID yang sudah memberi ku kesempatan menjalani treatment ZAP Photo Facial. Penyelamat wajah ku yang kusam setelah balik dari liburan kemarin :p

Disclaimer: This review is sponsored. But everything expressed here are truly honest and based on my experience with a product. What works on me, may not work for you.

  • Asti Astii

    Jadi pengen nyobain photo facial juga deh di zap. Aku cuma baru coba ipl nya aja 🙂

    • Aku malah belum coba IPL mba hihi. Ini pertama kali nyobain treatment di ZAP juga :p

    • Aku malah belum coba IPL-nya hihi, mungkin next time.

  • Okti Li

    Wah ini kasih komentarnya ga seperti blog pada umumnya ya? Saya jadi kepikiran gimana cara mau blogwalking baliknya nih? Adanya akun fb. Apa menelusuri Fb untuk mencari tulisan ketika mau bw balik?

    Saya juga kepikiran, ini eh itu siapa yang ambil foto nya? Hehehe…

    • Iya mba, ini aku pakai Disqus. Mba bisa tinggalin link blog nya di profile Disqus, nnti aku BW dari sana. Backlink-nya jadi lebih aman katanya.
      Yang ambil foto ini Kakak ku mba 🙂

    • Iya Mba Okti ini via Disqus. Aku biasa BW dari link yang di taruh di profile mba, tapi kadang beberapa org justru gak naruh link blog-nya hihi.

      Ini Kakaku ku yang fotoin haha.

  • Helena Safitri

    Di Cakung udah ada ya. Asik dekat rumah

  • Witri Prasetyo Aji II

    jadi pengen nyobain, aku blm pernah soalnya… heheh

  • Lendy Kurnia Reny

    Menarik niih…bisa memudarkan kerutan.
    Wiii…langsung cliiink! seketika yaa…

    • Iya mba, cocok buat yang mau-nya instant dan gak banyak waktu hehe

  • Aku juga ada PIH nih, dulu paling lama sebulanan gitu hilang sekarang lama banget :(. Lumayan juga kalau harus 20x treatment biar hilang

    • Iya, mungkin kulit kamu juga sensitif kaya aku. Pasca acne biasanya emg kulit jadi sensitif, kering dan dehidrasi jadi PIH-nya betah hehe.

      Betul, lumayan ya bok kalau 20x treatment :p