Zeilla Mutia Devi

JERAWAT MEMBANDEL PADA WANITA, WASPADA HIPERANDROGEN

/

Buat kamu khususnya para wanita pernah gak sih mengalami jerawat parah yang bandel banget? Sudah melalui banyak pengobatan, mulai dari menggunakan skincare khusus jerawat merek A sampai Z, skincare yang murah sampai yang mahal hingga pergi ke dokter kulit tapi tetap belum membuahkan hasil. Jerawat masih aja bermunculan atau bahkan semakin parah kondisinya. Kalau sudah begini pasti rasanya sedih dan putus asa ya karena secara gak langsung masalah jerawat ini bisa mempengaruhi mental seseorang. Kepercayaan diri menurun sehingga semangat beraktivitas juga bisa hilang.

Kalau kondisinya sudah semakin parah dan tidak kunjung membaik, bisa jadi itu adalah tanda-tanda kalau kamu mengalami Hiperandrogen menurut dr. Haekal Anshari, M. Biomed. Jadi, beberapa waktu lalu aku diundang Beautynesia untuk hadir dalam acara “Discover New Confidence” dengan tema “Waspadai Hiperandrogen Penyebab Jerawat Membandel Pada Wanita“. Aku dapat banyak banget ilmu melalui seminar ini. Di usia ku sekarang yang belum berumah tangga dan belum punya anak, rasanya senang dapet ilmu dan pengetahuan yang benar-benar bermanfaat untuk masa depan.

Baca juga: Cara Ku Mengatasi Jerawat Dengan 4 Skincare Ini

Nah, kali ini aku akan berbagi pengetahuan soal Hiperandrogen sebagai salah satu pemicu jerawat membandel pada wanita.

Apa itu Hiperandrogen?
Hiperandrogen dikenal sebagai gangguan hormonal pada wanita yg ditandai dengan meningkatnya kadar hormon androgen (hormon pria). Dalam hal ini, dipastikan kadar hormon androgen bebas pada wanita berjumlah lebih dari 1% yang memicu aktivitas kelenjar minyak dan sebum sehingga berpotensi inflamasi dan mengakibatkan salah satu masalah populer yakni jerawat membandel. Faktanya sebanyak 10%-20% wanita produktif dengan rentang usia 15-35 tahun mengalami Hiperandrogen.

Baca juga: Biore Perfect Cleansing Water Review

Sumber: The Pretty Pimples

Gejala Hiperandrogen
Selain munculnya jerawat membandel, Hiperandrogen ditandai dengan sejumlah gejala klinis lainnya seperti seboroik (kulit bersisik), hirsutisme (pertumbuhan pola rambut wajah yang tidak biasa pada wanita menyerupai pola pertumbuhan rambut pria, misalnya kumis, bulu dada, dan lain-lain) serta kebotakan (alopecia).

Baca juga: Review Pelembab Hatomugi Skin Conditoner

Sementara untuk jerawat akibat Hiperandrogen ditandai dengan bentuknya yang cukup besar (Nodule). Letaknya pun beragam bisa di area wajah, punggung bahkan dada. Penderita Hiperandrogen biasanya memiliki jenis kulit yang sungguh berminyak sehingga menjadi media yang baik bagi tumbuh kembang p.acnes (bakteri jerawat).

Sumber: Naturally Healthy Skin

Mengingat Hiperandrogen adalah gangguan pada hormon wanita maka kondisi ini erat kaitannya dengan siklus menstruasi yang tidak teratur bahkan sampai kepada gangguan kehamilan atau PCO (Polycystic Ovary Syndrome) yang mengakibatkan penyakit sulit hamil sebab indung telur memproduksi androgen lebih banyak.

Baca juga: Suplemen Kulit Pure Skin Untuk Kulit Berjerawat

Bagaimana Cara Menyembuhkannya?
Jerawat yang membandel terlebih lagi yang disebabkan oleh gangguan hormonal (Hiperandrogen) umumnya sudah resisten terhadap pengobatan topikal seperti penggunaan Retinoid, Antibiotik dan Benzoyl Peroxide. Hiperandrogen dapat diatasi dengan kembali menyeimbangkan kondisi hormonal pada wanita. Pengobatan yang paling sering dilakukan oleh tim medis di Indonesia adalah dengan obat Antiandrogen atau penggunaan pil KB. Namun, banyak wanita mengeluhkan efek samping dari pil kb seperti halnya muncul flek hitam, badan menjadi gemuk atau bahkan jerawat semakin parah.

Menurut dr. Heekal gejala tersebut di atas akibat dari penggunaan pil kb yang hanya mengandung salah satu hormon entah itu progesteron atau esterogen. Misalnya, pil kb yang hanya mengandung hormon esterogen cenderung membuat wanita menjadi mudah gemuk sementara pil kb dengan kandungan progesteron bersifat sebaliknya yakni membuat wanita menjadi lebih kurus. Adapun yang paling efektif adalah mengombinasikan kedua hormon tersebut sebagai pengobatan pada wanita yang mengalami Hiperandrogen.

Baca juga: Penyebab Breakout Based On My Experience

Penggunaan pil kb untuk penderita Hiperandrogen pun tidak bisa sembarangan. Menurut dr. Haekal harus dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter yang ahli di bidangnya supaya pengobatan bisa berjalan dengan baik. Perlu diingat bahwa pengobatan menggunakan pil kb bagi penderita Hiperandrogen tidak diperuntukkan bagi ibu hamil dan menyusui sebab tentu bisa berakibat fatal bayi sang bayi.

Jika kamu masih punya banyak pertanyaan seputar permasalahan kesehatan dan mau dapat jawaban dari orang-orang yang pernah mengalami masalah serupa, kamu bisa cek aplikasi GueSehat. Selain banyak info seputar masalah kesehatan, kamu juga bisa berbagi ilmu dan pengalaman kesehatan kamu di GueSehat. Sebagai komunitas kesehatan online pertama di Indonesia, GueSehat juga dilengkapi dengan fitur yang bisa membantu kamu membuat keputusan mengenai kesehatan, baik mengenai dokter yang perlu dihubungi atau produk yang dianjurkan.

Baca juga: Cara Berhenti dari Krim Dokter

Nah, dari penjelasan di atas kira-kira jerawat kamu termasuk wajar atau sudah mengarah ke gejala Hiperandrogen? Segera periksa ke dokter untuk memastikannya ya.

Disclaimer: This review is not sponsored. Everything expressed here are truly honest and based on my experience with a product. What works on me, may not work for you.