Zeilla Mutia Devi

VASELINE PETROLEUM JELLY UNTUK WAJAH, BAGAIMANA CARA PAKAI YANG TEPAT?

/

Bisa dibilang kalau Vaseline Petroleum Jelly (VPJ) adalah produk paling terkenal sekaligus paling laris di antara varian Vaseline lainnya. Produk ini sudah lama hadir tapi sampai sekarang penggunaannya masih menuai pro kontra. Bahan dasar Vaseline Petroleum Jelly yang berasal dari 100% petroleum jelly murni yang dicampur dengan berbagai minyak mineral dan lilin menjadi salah satu keraguan banyak orang menggunakan produk ini sebagai perawatan wajah.

Sebab pada awalnya petroleum jelly adalah limbah hasil pengeboran minyak bumi. Sebagaimana sifat limbah yang harusnya dibuang, petroleum jelly justru digunakan sebagai penyembuhan luka bakar bagi para penambang minyak di Pennsylvania. Temuan ini pun disempurnakan selama lima tahun oleh Robert Augustus Chesebrough, seorang ahli kimia berkebangsaan Inggris. Chesebrough melakukan Tiga Tahap Pemurnian (Triple Purification) pada Vaseline. Jelly tersebut disaring dan disuling sampai bersih untuk mengeluarkan buih-buih udara guna memastikan setiap jelly benar-benar murni.

Baca juga: Review Bio-Essence, Anti Aging Pemula

Tapi, ketika diketik pada mesin pencari masih banyak artikel yang melarang penggunaan Vaseline di wajah. Memang Vaseline Petroleum Jelly lazimnya digunakan pada area kulit kering seperti bibir pecah-pecah, sikut dan tumit. Jarang ada yang menggunakan Vaseline Petroleum Jelly pada area wajah. Bukan tidak boleh tapi memang terkesan tidak biasa sebab banyak pro kontra soal ini. Teksturnya yang cukup berat dan tebal membuat beberapa orang takut kalau Vaseline Petroleum Jelly ini akan menyumbat pori sehingga memicu komedo bahkan jerawat.

Apakah VPJ Menyumbat Pori?
Rumor yang beredar adalah Vaseline Petroleum Jelly menyebakan pori tersumbat (clogged pore) jika digunakan pada area wajah. Molekulnya yang besar dianggap tidak bisa masuk secara sempurna ke dalam kulit. Padahal Vaseline Petroleum Jelly sudah dinyatakan sebagai produk non-comedogenic yang artinya tidak akan menyumbat pori. Teksturnya yang thick dan sifatnya yang oklusif justru membuat Vaseline Petroleum Jelly mampu “mengunci” kelembaban yang sudah ada di dalam kulit dan membuat lapisan di atas permukaan kulit guna mencegah water loss secara efektif hingga 98%.

Baca juga: Jerawat Membandel Pada Wanita, Waspada Hiperandrogen

Apakah VPJ Menyebabkan Jerawat?
Karena sudah dinyatakan sebagai produk non-comedogenic Vaseline Petroleum Jelly tidak akan menyebabkan jerawat. Jerawat dipicu oleh bakteri yang terjebak di dalam pori bersama dengan minyak dan umumnya akan berubah menjadi infeksi dan inflamasi. Jika wajah ditumbuhi jerawat saat sedang menggunakan Vaseline Petroleum Jelly maka kemungkinan besar bakteri jerawat lah yang memicu. Oleh sebab itu penting untuk membersihkan wajah dengan cara yang tepat sebelum dan sesudah menggunakan VPJ.

Bagaimana Cara Pakai VPJ Yang Tepat?
Hampir satu bulan ini aku mencoba menggunakan VPJ pada area wajah. Awalnya, aku hanya menggunakan di area mengelupas tepatnya di bawah telinga. Kondisi saat itu benar-benar kering dan megelupas, gak perih sih tapi mengganggu banget kala dipegang. Aku oles VPJ pada malam hari dan kaget sama hasilnya karena di pagi hari kondisi pada spot itu benar-benar sudah membaik seperti kulit normal. Sebelumnya aku sudah coba pakai Dr.Jart Cicapair Cream tapi berhari-hari gak ada perubahan padahal biasanya ampuh banget untuk kulit kering yang bermasalah.

Baca juga: Battle of Aloe Vera Gel, Always 21 VS The Saem

Nah, semenjak itu aku jadi makin sok tau dan penasaran sama khasiat VPJ. Selama ini selalu dengar kalau VPJ gak boleh dipakai di area wajah tapi karena aku penasaran, yaudah aku coba deh. Malam hari aku pakai VPJ di step terakhir secara tipis-tipis ke seluruh wajah intinya a liitle goes a long way. Awalnya hanya seminggu 3x untuk lihat perubahan, setelah dirasa aman akhirnya sekarang jadi setiap malam. Hasilnya, wajah ku yang beberapa waktu lalu sempat kemarau sekarang kembali normal, gak ada lagi yang mengelupas. Tapi, masih ada beberapa spot yang kering seperti di area pelipis dan jawline akibat obat jerawat.

Baca juga: Cara Mengatasi Jerawat Dengan 4 Skincare Ini

Sekalian aku oles VPJ ini di area bawah mata, hasilnya jadi plumpy banget dan gak creasing lagi kalau pakai concealer. Dari sumber yang ku baca bahkan seorang Marilyn Monroe menyebut VPJ sebagai rahasia kecantikannya. Make Up Artist-nya membocorkan kalau Monroe gemar menggunakan VPJ sebagai moisturizer dan highlighterDuh, kemana aja gue kalau produk semurah ini ternyata banyak khasiatnya.

Tapi, aku gak pernah pakai ini di siang hari karena rasanya agak terlalu greasy dan berat kalau dijadikan moisturizer sehari-hari. Cukup di malam hari itu pun betul-betul tipisssssss banget, di tap-tap aja. Kalau kamu masih ragu, coba pakai di area bermasalah (spot treatment) ya jangan pakai di seluruh wajah dulu. Kalau dirasa cocok baru deh coba di seluruh wajah di step akhir itu pun jangan setiap malam dulu, mainin intensitasnya.

Baca juga: Ditraktir Manja di Acara Beautynesia Soiree 3.0

Menggunakan VPJ di urutan terakhir pada night skincare routine berguna untuk mengunci kelembaban kulit sepanjang malam supaya skincare yang sudah kamu tumpuk-tumpuk itu (skincare layering) tetap terjaga. Selain “mengunci” kelembaban, banyak yang merasakan kalau VPJ ini berkhasiat menyamarkan noda bekas jerawat. Sejujurnya aku melihat perubahan pada noda bekas jerawat tapi aku kurang yakin apa itu karena VPJ atau bukan karena aku juga menggunakan skincare dengan kandungan AHA.

Baca juga: Review Cosrx AHA/BHA Clarifying Toner

Tapi, intinya aku menyadari kalau produk sekecil dan semurah ini ternyata menyimpan manfaat segudang. Sekarang gak terbatas di area wajah dan kulit kering, aku juga pakai ini di beberapa area kulit yang luka akibat goresan karena aku sering banget lecet-lecet, alhasil lukanya jadi cepat sembuh. Aku beli ini udah lama saat aku mudik lebaran tahun lalu di minimarket seharga Rp27.000.

Kamu udah punya belum?

Disclaimer: This review is not sponsored. Everything expressed here are truly honest and based on my experience with a product. What works on me, may not work for you.