Zeilla Mutia Devi

CERITA KEHAMILAN TRISEMESTER KETIGA

/

Di antara cerita kehamilan trisemester pertama dan kedua sepertinya cerita kehamilan trisemester ketiga lah yang paling berkesan. Hampir setiap malam saya terjaga sendirian hingga pukul 2 pagi sebab suami tidur duluan akibat kelelahan bekerja dan kuliah. Tapi, walaupun sudah merasa sulit bergerak dan sering merasa kelelahan, saya harus memaksa diri untuk tetap aktif supaya persalinan lancar. Di usia 37 minggu saja saya masih sempat membersihkan kamar mandi sendiri dan melakukan semua aktivitas rumah tangga sendiri. Tak seharipun suami saya pergi kerja tanpa membawa bekal bahkan sehari sebelum melahirkan saya juga masih nyetir sendiri walaupun jaraknya tidak terlalu jauh.

Kondisi Kesehatan Pada Trisemester Ketiga
Pada trisemester ketiga ini tubuh saya semakin kuat terhadap virus penyakit, tidak seperti di masa awal kehamilan yang terbilang cukup rentan. Hanya saja saya sering merasa kelelahan walaupun sekadar naik turun tangga sehingga saya lebih sering merebahkan diri hingga tertidur di siang hari. Bisa dibilang saya tidak merasakan keluhan kesehatan yang berarti, bebas dari pusing, mual dan demam. Sehat memang paling enak!

Baca juga: Cerita Kehamilan Pertama

Asupan Pada Trisemester Ketiga
Semakin tua masa kehamilan nafsu makan saya semakin berkurang. Dua bulan terakhir menjelang persalinan saya sudah jarang ngemil bahkan beberapa kali tidak makan malam. Tapi, saya selalu sempatkan untuk makan asupan yang bergizi walaupun jumlahnya tidak banyak. Sebisa mungkin juga saya selalu menghabiskan vitamin yang diberikan oleh dokter, vitamin saya pada saat itu adalah Folamil Genio ditambah dengan susu hamil dan susu UHT.

Uniknya saya “keranjingan” dengan es batu, dalam sehari saya bisa mengigit es batu lebih dari 10 biji. Es batu ini saya gigit sampai hancur tidak diminum dengan air ataupun sirup, hanya es batu. Sangking hafal dengan kebiasaan istrinya, suami saya selalu membawakan es batu satu biji tiap dia kembali ke kamar. Saya juga ngidam dengan donat kampung dan bubur sumsum. Tapi, sayang sekali sampai tiba masa persalinan saya tidak sempat mencicipi bubur sumsum Monami, hanya bubur sumsum khas ibu-ibu sepeda yang saya makan sehari sebelum melahirkan itu pun tidak sengaja lewat di area dekat rumah sakit.

Perubahan Fisik Pada Trisemester Ketiga
Bobot tubuh saya melonjak naik hingga mencapai 20kg alhasil pergerakan saya semakin terbatas. Saya juga semakin sulit tidur sebab semua posisi tidak ada yang membuat saya nyaman. Sempat satu hari saya merasa frustasi dengan kenaikan berat badan ini, semua pakaian yang saya kenakan terlihat tidak cocok sehingga saya kurang merasa percaya diri untuk keluar rumah apalagi berfoto. Saya semakin frustasi sebab beberapa project kerjasama dengan client mengharuskan saya untuk “tampil”. Tapi, ini hanya perasaan saya saja sebab suami tidak melihat ada hal yang aneh dengan perubahan saya. Bahkan keluarga dan rekan terdekat mengatakan sebaliknya, mereka menganggap justru selama hamil saya terlihat lebih beraura kerennya sih disebut “pregnancy glow“. Memang dasar ibu hamil sensitif dan sulit dimengerti.

Baca juga: Skincare Yang Saya Gunakan Selama Hamil

Tapi, satu yang tidak bisa dihindari adalah munculnya streatchmark atau selulit. Mitos yang beredar adalah semakin bagian tubuh digaruk maka akan semakin banyak selulit yang muncul. Menurut penjelasan dokter saya, selulit muncul bukan karena digaruk melainkan adanya pembuluh darah yang pecah kemudian berbekas (selulit) dan setelahnya baru terasa gatal. Saya pun dapat oleh-oleh dari kehamilan pertama, yakni di area betis atas dan pinggang. Sudah beberapa skincare khusus selulit yang saya coba tapi memang sulit hilang kecuali dengan treatment laser itupun tidak bisa kembali semula.

Selain itu, semakin hari kaki saya semakin bengkak padahal saya sudah mengurangi konsumsi garam. Tapi, lagi-lagi menurut dokter bengkak yang terjadi pada kaki saya masih normal sebab mata kaki masih terlihat. Solusi jika saya tidak nyaman dengan kondisi kaki yang semkain bengkak adalah mengusahakan agar posisi kaki lebih tinggi dari kepala ketika tidur, saya biasa ganjal kaki dengan tumpukan bantal dan menghindari kaki tergantung ketika duduk.

Hal wajar lainnya yang saya alami adalah munculnya keputihan. Sejujurnya keputihan ini sangat menganggu, jumlahnya semakin banyak menjelang akhir masa kehamilan. Saya sempat konsultasikan kepada dokter dan beliau menyarankan untuk memastikan area v selalu kering dan membasuhnya dengan sabun kewanitaan Lactacyd. Perlu diingat, keputihan adalah hal yang wajar selama hamil apabila tidak berbau, tidak gatal dan tidak bewarna ya.

Perkembangan Janin Pada Trisemester Ketiga
Saya dan suami selalu excited tiap kali tiba jadwal konsultasi dengan SpoG. Pada masa trisemester ketiga ini janin sudah hampir terbentuk sempurna. Jenis kelamin juga semakin terlihat jelas dan pasti. Saya gak pernah lupa untuk selalu tanya kelengkapan organ tubuh, kondisi detak jantung, berapa banyak air ketuban dan pertanyaan penting lainnya. Terlebih lagi hingga masuk usia 38 minggu saya belum merasakan kontraksi sehingga penting untuk tau keadaan janin secara detail supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Cerita Kehamilan Kedua

Umumnya posisi bayi diharapkan sudah masuk panggul menjelang akhir masa kehamilan, pada kasus saya janin baru masuk panggul saat usia 37 minggu. Awalnya sempat khawatir sebab saya sangat malas untuk jalan-jalan pagi tapi menurut penjelasan dokter SpoG saya, jangan khawatir kalau menjelang akhir trisemester ketiga janin tak kunjung masuk panggul sebab secara alami janin akan bergerak ke bawah seiring adanya kontraksi.

Pada jadwal konsultasi terakhir sebelum HPL (Hari Perkiraan Lahir) kondisi ketuban saya masih sangat bagus tapi terdapat pengapuran sedikit akibat usia kehamilan yang semakin tua. Hal ini wajar menurut dokter tapi saya pribadi jadi kepikiran dan justru ingin cepat-cepat melahirkan. Sempat terbesit ingin melakukan operasi caesar demi menjaga kondisi janin dalam keadaan sehat tapi dokter masih setia menunggu dan selalu memberikan afirmasi positif pada saya dan suami untuk terus semangat dan sabar menanti waktu dari Allah SWT.