Zeilla Mutia Devi

Ibu Waspada Virus Corona dari Rumah

/

Pertama kali tahu virus Corona menyebar di Wuhan, Tiongkok saya masih santai dan gak begitu update sama beritanya. Tapi, semenjak virus ini mulai masuk ke Indonesia saya agak khawatir walaupun gak sepanik teman-teman di media. Cuma sebagai Ibu yang masih punya balita, saya merasa harus lebih ketat lagi soal kebersihan rumah dan kesehatan anggota keluarga. Tahu kan kalau orang tersayang jatuh sakit itu rasanya seperti apa? Nah, kali ini saya mau berbagi bagaimana virus Corona ini mempengaruhi kehidupan kami di rumah.

Konsumsi Rempah dan Vitamin
Menjaga kesehatan dan memperkuat kekebalan tubuh semakin menjadi perhatian. Maka
vitamin kami minum saat pagi hari ketika memulai aktivitas sementara tiap suami pulang kerja, kami sempatkan untuk konsumsi teh jahe dicampur dengan madu. Selain supaya badan rileks, rempah-rempah dikenal mampu memperkuat antibodi. Sekarang saya sedang belajar membuat Wedang Uwuh, minuman khas Yogyakarta yang kaya rempah dan kesukaan suami.

Rajin Masak
Mulai agak mikir kalau mau pesan makanan lewat ojek online, ya jaga-jaga aja karena kita gak pernah tau apa koki sedang sakit atau tidak. At least, untuk sementara waktu kami mengurangi makan makanan luar dan saya lebih rajin masak sekaligus gak skip bawain bekal untuk suami kerja.

Rutin Cuci Tangan
Kebetulan saya orang yang rajin banget cuci tangan setelah aktivitas apapun dan sudah saya tularkan kebiasaan ini kepada suami. Lagi-lagi karena untuk berjaga-jaga, kami lebih ekstra dan teliti saat cuci tangan. Apalagi kalau suami pulang kerja, harus bersih dulu sebelum pegang saya dan anak karena beliau anggota keluarga yang paling sering terpapar polusi dan bakteri dari ruang publik.

Baca juga: Clean Eating for Begginer

Jangan Skip Bebenah
Gak ada alasan untuk skip nyapu, ngepel dan numpuk cucian kotor. Bang sampaj juga jangan lupa ya! Saya usahakan selesaikan hari itu juga supaya bakteri gak terlanjur menyebar kemana-mana.

Ingatkan Tamu Untuk Cuci Tangan
Sebisa mungkin saya ingatkan tamu yang datang ke rumah untuk cuci tangan, walaupun yang paling sering datang masih keluarga dan kerabat tapi mereka datang dari luar jadi ketika masuk rumah alangkah baiknya cuci tangan dan kaki terlebih dahulu. Punya anak harus lebih higienis ya buibu, jangan sungkan untuk saling mengingatkan demi kebaikan bersama.

Better Stay at Home & Social Distancing
Kami sengaja menghindari dan menahan diri untuk tidak pergi ke tempat publik hingga keadaan stabil. Lagi-lagi untuk alasan berjaga-jaga. Tapi, jika keadaan mendesak seperti harus ke rumah sakit karena sakit dan anak vaksin, kami tidak izinkan Sinna untuk main di Play Ground. Jika antri obat ternyata lama, kami manfaatkan jasa antar obat supaya tidak harus berlama-lama di rumah sakit sebab kemungkinan terpapar virus akan jauh lebih tinggi.

Berhubung pemerintah sudah menyarankan perbanyak aktivitas di dalam rumah dan mulai berjaga jarak dengan orang jika terpaksa harus pergi ke tempat publik maka ada baiknya hal ini diaplikasikan. Bahkan banyak sekolah sudah diliburkan selama dua pekan, jangan manfaatkan momen ini sebagai ajang liburan atau berkeliaran sebab penyebaran virus akan semakin sulit dihentikan.

Jangan Panik
Waspada boleh tapi panik jangan! Sampai sakarang saya tidak menyimpan kebutuhan makanan dalam jumlah besar. Pun dengan hand sanitazier atau tisu basah. Semuanya saya beli dengan rasional sebab saya tidak ingin menjadi faktor yang menyumbang kelangkaan sembako dan membuat sektor ekonomi semakin carut marut. Cukup harga bawang putih dan bawang bombay aja yang mencekik yang lain jangan haha.

Baca juga: Tips Memilih RS Bersalin dan Dokter Kandungan

Intinya, di tengah informasi soal virus Corona yang lalu lalang di media, saya mencoba untuk tetap tenang dan fokus kepada kesehatan dan kebersihan keluarga. Saya coba cukupi gizi dan nutrisi mereka dengan baik sekaligus melakukan aksi waspada seperti di atas. Semoga virus ini segera pergi dan pasien yang terinfeksi segera pulih! Amin.