Zeilla Mutia Devi

Skincare SNP Lab Serum dan Sunscreen

/

Kayanya sudah lama sekali saya tidak membahas produk skincare. Perlu saya akui memang semenjak melahirkan saya kurang fokus untuk melakukan skincare routine, artinya suka bolong-bolong. Kadang pakai, kadang engga ya seingetnya aja. Sebab semenjak melahirkan juga kulit saya gak terlalu rewel, pakai apa aja kayanya hayok aja alias jadi kulit badak. Sebenernya saya diuntungkan dengan kondisi wajah sekarang karena gak pusing gonta ganti produk, paling saya hanya menghabiskan skincare yang sudah dibuka aja dan gak lapar mata beli yang baru karena gak tahan godaan.

Tapi, kali ini saya mau cerita soal Serum dan Sunscreen yang lagi saya pakai dan saya suka. Tepatnya bulan lalu saya mulai menggunakan dua produk skincare ini. Jujur saya dapat dari event SNP sewaktu launching SNP Prep. Biasanya kalau dapat banyak produk gini gak semua saya pakai, kadang saya kasih Ibu, Kakak atau teman tapi berhubung serum dan sunscreen yang biasa saya pakai sudah habis maka saya coba lah merek SNP Lab ini. Awalnya saya gak menaruh ekspektasi tinggi tentang kedua produk ini, intinya saya pakai aja untuk melengkapi skincare routine.

Baca juga: Launching SNP Prep Peptaronic Skincare

SNP Lab Serum

Saya suka dengan tekstur serum seperti ini, tidak terlalu watery sehingga lebih terasa menggunakan skincare-nya, entahlah mungkin itu hanya persepsi saya saja. Ketika dibalur ke seluruh area wajah, serum ini langsung meresep ke dalam kulit tanpa meninggalkan efek lengket. Justru kulit terasa lebih lembab dan dalam beberapa waktu kulit terasa lebih ketat sehingga tidak berminyak. Setelah menggunakan serum ini, biasanya saya langsung lanjutkan dengan moisturizer.

SNP Lab Sunscreen

Sementara untuk tekstur sunscreen-nya hampir mirip dengan sunscreen favorit saya yaitu Biore UV Aqua Rich hanya saja SNP Lab terasa lebih kental sedikit. Saya paling rese kalau menilai sunscreen karena kebanyakan sunscreen itu sering membuat kulit tambah berminyak dan lengket ketika sudah mulai agak siang. Kebayang kan kalau sudah gerah, lengket berminyak pula kan gak nyaman sekali. Untungnya sunscreen miliki SNP ini cepat meresap di kulit dan tidak meninggalkan white cast atau bekas putih di kulit yang menganggu penampilan.

Baca juga: Cara Pakai Vaseline Petroleun Jelly Dengan Tepat Di Wajah

Setelah lama saya gunakan kira-kira hampir satu bulan, kedua skincare ini cocok di kulit saya. Artinya tidak menimbulkan gejala negatif seperti jerawat, bruntusan atau perih dan memerah. Justru kulit saya berangsur-angsur semakin lembab, moist dan lebih cerah. Suami juga mengakui kalau kulit saya terlihat lebih halus, mungkin maskudnya pori-pori kulit hampir tidak nampak.

Saya senang sekali atas perubahan kulit sekarang mungkin ini juga hasil dari kebiasaan saya yang mulai tidak menggunakan make up jika bukan acara formal kira-kira sudah berlangsung hampir dua tahun tahun yang lalu.

Baca juga: Review Avoskin PHTE

Sengaruh itu loh efek mengistirahatkan kulit dari make up dan sejenisnya. Kulit jadi punya waktu untuk beregenerasi dengan lebih optimal apalagi ditambah dengan rangkaian skincare yang memang sesuai dengan kebutuhan kulit. Dari dulu saya mencoba untuk fokus membeli skincare dengan alasan kebutuhan kulit, bukan hasil “racun” orang lain atau tergoda karena gengsi dan embel-embel gemas lainnya sehingga kalau diperhatikan skincare saya gak pernah neko-neko. Intinya kalau sudah cocok di kulit, saya enggan atau butuh waktu lama untuk pindah ke lain hati sebab perlu waktu untuk trial dan error.