Zeilla Mutia Devi

BIRTHDAY TALK

/

Tiga tahun yang lalu aku resmi memasuki umur dengan kepala dua. Sekilas emang gak beda dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi, ketika sudah dijalani ternyata ada beberapa perbedaan di hidup aku yang semakin terasa.

Sejak lama, beberapa teman selalu menyebut aku terlalu rapi dan khawatir terhadap banyak hal yang bagi mereka kadang tidak wajar. Karena, banyak yang menganggap seseorang dengan usia yang relatif muda harus menghabiskan waktunya dengan senang-senang dan dilarang keras untuk memikirkan hal-hal yang serius.

Well, terlahir sebagai orang yang ‘well managed person’ ternyata tidak selamanya seperti anggapan orang. Aku jutsru senang karena di usia 23 tahun ini aku sudah memiliki banyak rencana untuk hidup ku ke depan (I hope it’s not just a plan) dan melihat perjalanan hidup ku menjadi lebih teratur sekarang.

Memang sih, usia bukan parameter suatu kedewasaan seseorang. Namun, setidaknya usia membimbing ku untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari versi terbaikku. Untungnya, aku juga sudah melewati semua masa-masa remaja yang dihiasi kenakalan, kreativitas hingga fisik yang kayanya ga pernah capek.

Semenjak memasuki masa transisi dari perkuliahan ke dunia kerja, banyak pelajaran hidup yang akhir-akhir ini membuat pikiran ku menjadi lebih terbuka. Salah satunya adalah pertemuan dengan keluarga, Diko dan sahabat yang menjadi terbatas.

Persoalan nikah pun menjadi salah satunya. Wajar sih, umur ku kayanya sudah pantas kalau bicara soal nikah. Aku selalu excited tiap bicara soal ini, maklum aku termasuk yang ga mau nikah di usia yang terlalu matang, tapi ga berarti nikah muda juga sih. Lets see how lucky I am!

Mungkin sebagian orang khususnya yang seusia aku takut atau belum membicarakan hal ini dengan pasangannya. Namun, aku dan Diko kayanya beda deh. Dari awal, kita memang sudah berniat serius, ya walaupun takdir memang Allah yang menentukkan. Tapi, sejauh ini kami berdua selalu memberi yang terbaik di hubungan ini.

Menurut aku, tidak ada ruginya berangan-angan tentang pernikahan. Seru aja, apalagi Diko pun selalu merespon positif tentang hal ini. Setelahnya, kita jadi berangan-angan barengan deh. Lagipula, apalah arti hidup tanpa angan-angan, mumpung gratis.

Tapi, di balik waktu yang diisi dengan kesibukan masing-masing, pertemuan singkat yang kadang ga terduga dengan Diko atau sahabat menjadi sangat berharga, lebih dari yang sebelumnya. Keep your circle small with the real one! Ya, semakin dewasa kamu akan semakin menyadari bahwa kualitas di atas segala-galanya. Bukan soal seberapa banyak dan seberapa sering kamu menghabiskan waktu dengan orang lain, tapi seberapa bermanfaat waktu dan aktivitas yang kamu lakukan dengan orang lain.

Selamat berakhir pekan! Selamat jalan-jalan!

3 Comments on BIRTHDAY TALK

  1. Zeilla Mutia Devi
    March 6, 2016 at 12:44 pm (6 years ago)

    Aaa senangnya bisa bikin senyum hihi, ditunggu yaaa mi :3

    Reply

Leave a reply to Zeilla Mutia Devi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *